Senin, 01 April 2013


bagian 2
My Soul and Thank You

Genre : Remaja
By Meldays Kuchiki

.......). Semua cewek merasa cemburu terhadap Salsa. 
Deni selalu  memberikan perhatian lebih untuk Salsa, sebenarnya Deni menyukai Salsa, tetapi Salsa tidak pernah merasa bahwa Deni menyukainya. Seperti biasanya, waktu sekolah begitu cepat bagi Salsa, tiba-tiba bel pulang dan itu berarti dia harus cepat-cepat bersiap untuk bekerja. Di SPBU, Salsa bekerja sambil belajar, besok ada ulangan harian fisika, untuk mendapatkan target masuk kuliah dengan beasiswa, Salsa harus berusaha meningkatkan nilainya.

Esok harinya....

Bulan ini adalah musim hujan, jadi setiap pagi sering hujan gerimis. “ Hujan lagi !” Keluh Salsa di depan rumahnya. “ Dimana payungku?” Tanya Salsa pada dirinya sendiri, dia lupa di mana dia meletakkan payungnya. “ Bus !” Spontan setelah berusaha mengingat-ingat. Salsa lupa mengambil payungnya kembali karena kejadian memalukan di bus kemarin.  Untungnya Deni menjemput Salsa, jadi Salsa tidak bingung lagi bagaimana dia  berangkat sekolah tanpa membawa payung saat hujan gerimis seperti ini. Seperti biasanya, Salsa menjadi perhatian semua cewek karena di gonceng oleh Deni. “Huh!” Salsa menghela nafas. “ Ada apa bekicot ?” Tanya Deni.” Hahahaha, tidak apa-apa ayo segera ke kelas !” Jawab Salsa.

Di kelas Salsa selalu duduk sendiri di belakang, yah, karena tidak ada teman cewek yang mau berteman dengannya karena dia terlalu dekat dengan Deni.  Bel masuk berbunyi, anak-anak dengan tegang segera menempati bangkunya masing-masing karena pada jam ini ada ulangan fisika. Tiba-tiba guru fisika datang dan membawa seorang laki-laki, pastinya dia murid baru di kelas ini. Semua mata tertuju pada murid baru itu, kecuali Salsa, dia sibuk menghafal rumus-rumus fisika yang ia tulis di buku catatan kecilnya kemarin malam. “ Perkenalkan nama saya Alif Dermawanputra Pratama, saya pindahan dari Jakarta”. “ Wow, dia sangat cool !! “ Kata semua murid cewek. “ Alif, tolong kamu duduk di samping Salsa” Pinta pak fisika. Dengan senyum kecil, Alif berjalan santai menuju bangku Salsa. Salsa dengan muka datar melihat siapa yang duduk di sampingnya. “ Astaga!” kata Salsa dengan kaget. “ Itu cowok yang ada di bus kemarin” Kata Salsa lagi dengan pelan. Alif hanya melemparkan senyum kecilnya dan pura-pura tak menghiraukan ekspresi terkejut Salsa......
To be continued..........